Saham Garuda Merugi? Ini Penjelasannya

Saham Garuda Merugi? Ini Penjelasannya

12 views
0

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Polana B Pramesti mengucapkan bahwa saat ini banyak maskapai yang sednag merugi. Hingga pembayaran kepada operator bandaran menjadi sempat terganggu, termasuk juga maskapai Lion Air.

Oleh Sebab itu, Kemenhub akan membuat kajian mengenai hal tersebut, serta secepatnya akan mengeluarkan kebijakan. Maka di harapkan dengan demikian, kondisi penerbangan tak perlu lagi di khawatirkan.

“Tidak ada yang untung malahan. Air asia juga hampir Rp1 triliun kalau tidak salah ya (kerugiannya),” tambahnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, bagaimana pergerakan saham emiten maskapai yang juga tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini?

Saham  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat bergerak di zona hijau. Akan tetapi, saham kembali GIAA melemah terbatas.

Saham Garuda Merugi? Ini Penjelasannya

Saham Garuda Merugi? Ini Penjelasannya

Pada awal pekan ini, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat berada pada titik level tertinggi 442 serta terendah yakni 422 per saham. Total frekuensi perdagangan saham ialah sekitar 2.743 kali dengan nilai transaksi yakni sekitar Rp 14,9 miliar. Saham GIAA juga akhirnya melemah tipis 0,93 persen ke posisi Rp 428 per saham.

Saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) juga bertahan pada zona hijau. Pada awal perdagangan, saham CMPP juga sempat melemah 10 poin pada posisi Rp 185 per saham dari penutupan dua pekan lalu pada kisaran Rp 195 persahan. Tapi, akhirnya berbalik arah ke zona hijau.

Saham CMPP menguat 3,59 persen ke posisi Rp202 per saham. Saham CMPP terpantau sempat berad pada level tertinggi di Rp 206 serta terendah ialah Rp 185 per saham. Transaksi saham CMPP tak terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham 89 kali dengan nilai transaksi ialah Rp 56,7 juta.

Tidak hanya itu, grup Lion Air juga belum tercatat pada bursa saham Indonesia.

Analis PT Binaartha Sekuritad, Nafan Aji mengungkapkan bahwa ada saham emiten maskai yang mulai menguat pada awal pekan ini di bantu dengan momen Lebaran.

“Katalis positif dari periode peak season Lebaran,” papar dia.

Penguatan saham emiten maskapai ini apakah berlangsung dalam jangka pendek atau panjang, menurut Nafan, hal itu tergantung rilis kinerja laporan keuangan kuartal II 2019.

About author