EKSKLUSIF: Cerita Staf Gerindra Soal Framing Jahat Ambulans Bawa Batu 22 Mei

EKSKLUSIF: Cerita Staf Gerindra Soal Framing Jahat Ambulans Bawa Batu 22 Mei

5 views
0

Penuturan Obby Nugraha, salah satu dari lima tersangka dalam kasus mobil ambulans bawa batu untuk massa perusuh 22 Mei. Obby menceritakan bagaimana dirinya bisa sampai ke Jakarta saat pecah kerusuhan pada Rabu dinihari, 22 Mei lalu.

Obby, 33 tahun, memperkenalkan dirinya sebagai staf di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Tasikmalaya. Berbeda dengan pernyataan polisi jika dia adalah wakil sekretaris.

“Tanggal 20 Mei kami dapat instruksi dari DPD Gerindra Jawa Barat untuk mengirim ambulans ke Jakarta,” ujar Obby saat ditemui di ruangan Sub Direktorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat, 24 Mei 2019.

Menurut Obby, surat instruksi diteruskan oleh Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya, Andi Warsandi. Isi suratnya adalah instruksi bagi seluruh DPC yang memiliki ambulans untuk mengirimnya ke Jakarta. Mereka diminta membantu jika ada korban dalam demonstrasi menolak hasil pemilu di depan Bawaslu 22 Mei atau bertepatan dengan jadwal semula KPU mengumumkan hasil pemilu.

EKSKLUSIF: Cerita Staf Gerindra Soal Framing Jahat Ambulans Bawa Batu 22 Mei (portalaktual.com)

EKSKLUSIF: Cerita Staf Gerindra Soal Framing Jahat Ambulans Bawa Batu 22 Mei

Setelah menyanggupi, kemudian Obby berangkat ke Jakarta pada 21 Mei 2019 sekitar pukul 20.30 WIB bersama Yayan, sopir; serta Iskandar, Wakil Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya (disebut polisi Sekretaris). Obby duduk di belakang ambulans beralas spanduk.

Sempat terhambat kemacetan di Tol Cipularang, Obby dan rombongan sekitar pukul 03.00 WIB sampai di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019. Belum sempat memberi surat tugas yang mereka bawa, Obby mengatakan, ambulans yang ditumpanginya langsung diminta menuju Bawaslu.

Menurut Obby, di sinilah dua orang simpatisan Partai Gerindra dari Riau bernama Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro menumpang. “Ayo, cepat ke Bawaslu, sudah banyak korban. Tolong, cepat,” ujar Obby menirukan perintah Hendrik dan Surya.

Ambulans kemudian menuju Bawaslu di Jalan M.H. Thamrin. Mereka membuntuti satu ambulans dari DPC Gerindra Ciawi dan satu mobil Toyota Avanza hitam. Namun sebelum sampai tujuan, mobil ambulans yang ditumpangi Obby diberhentikan oleh anggota Brimob, sementara dua mobil lainnya diperbolehkan lanjut.

Menurut Obby, saat itu mereka berlima disuruh turun dan diminta berjalan menjauh dari ambulans. Selang satu jam setelahnya, Obby bersama empat lainnya dijemput mobil polisi dan dibawa ke Polda Metro Jaya karena disebut ambulans membawa batu.

“Sejak berangkat dari DPC Tasik, kami tidak membawa batu. Kami tidak tahu batu itu dari mana,” ungkap Obby.

Diketahui, demonstrasi dan penolakan hasil pemilu diserukan kubu 02, Prabowo-Sandi. Kubu ini menolak hasil hitung cepat pemilu yang diumumkan KPU karena diduga telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *