Anak-Anak Masjid Ditembaki, Ini Kesaksian Ketua RW 05 Petamburan

Anak-Anak Masjid Ditembaki, Ini Kesaksian Ketua RW 05 Petamburan

17 views
0

Aksi Damai 22 Mei yang berujung kericuhan telah memakan korban. Sebanyak empat orang warga RW 05 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan ini pada 22 Mei lalu.

Adapun, tiga orang mengalami luka-luka. Di antaranya, Ruli (37 tahun) dan Ijul (22 tahun) yang mengalami luka tembak, serta Rizki (34 tahun) mengalami patah di bagian rahang. Sedangkan satu orang lainnya, Muhammad Reyhan Fajari (16 tahun) meninggal dunia karena diduga tertembak oleh aparat.

Ketua RW 05, Herlani MS kemudian menjelaskan kronologi kenapa warganya bisa terlibat dalam kerusuhan tersebut dan menjadi korban. Harlani mengatakan, bahwa pada Rabu (22/5) dini hari, tepatnya pukul 01.30, semua warga masih berada di rumah masing-masing. Termasuk, Reyhan yang menjadi korban kerusuhan.

“Saya jaga patroli di RW nonton TV. Nah, kejadian itu pecahan dari Bawaslu. Katanya udah mecah ke Kebon Kacang 5 blok A (Tanah Abang),” ujar Herlani, Jumat (24/5).

“Nah tiba-tiba saya nonton di TV sudah ramai di Petamburan III. Nah kalo kita kan di Petamburan IV nih Petamburan V,” lanjutnya.

Anak-Anak Masjid Ditembaki, Ini Kesaksian Ketua RW 05 Petamburan (portalaktual.com)

Anak-Anak Masjid Ditembaki, Ini Kesaksian Ketua RW 05 Petamburan

Saat mobil di depan Asrama Brimob ada yang terbakar, kerusuhan tampak memanas. Insiden inilah yang memancing rasa penasaran warga sekitar.

“Di Asrama Brimob itu ada yang provokasi, mulai-mulai ribut dan tiba-tiba ramai begitu kumpul ya ramailah Mobil Brimob dibakar kan. Polisi turun dong bergerombolan bergabung lah sama anak-anak (warga),” tutur Herlani.

Sementara itu, para remaja dan anak muda di sekitar kerusuhan awalnya berniat untuk membangunkan sahur warga. Tetapi kemudian mereka tertarik untuk melihat kerusuhan. Herlani mengaku sempat menghadang mereka.

“Nah anak-anak itu mau bangunin sahur sebenernya, anak masjid semua itu anak-anak bener semua. Terus anak-anak saya hadang, jangan jangan,” ungkapnya.

Tetapi, kemudian terdengar teriakan dari massa yang sedang melawan aparat kepolisian. Massa, yang disebut Herlani, bukan dari warga sekitar itu berteriak sambil menyerang aparat polisi menggunakan bom molotov dan batu.

“Kita diserang Brimob pake gas air mata,” ujar Herlani menirukan teriakan massa yang mulai ricuh.

Selanjutnya, teriakan itu memicu warga untuk datang membantu. Tidak lama berselang ada korban dari warga sekitar akibat ikut dalam kerusuhan itu.

“Kan yang namanya warga kalau kita diserang nggak mau dong? Kita lawan lah namanya warga. Saya keluar tiba-tiba ada informasi ada yang kena,” jelas Herlani.

Muhammad Reyhan Fajari (16 tahun) korban kerusuhan 22 Mei (portalaktual.com)

Muhammad Reyhan Fajari (16 tahun) korban kerusuhan 22 Mei

Namun akhirnya, Reyhan dan tiga warga Herlani menjadi korban. Mereka kemudian dievakusi ke Masjid Al Barokah dekat pemukiman warga. Kemudian, datang bantuan untuk membawa korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut.

Pada awalnya, Herlani mengira korban meninggal adalah Ruli. Karena warga RT 03 itu terkena tembakan di bagian leher.

“Yang saya tau dua orang yang kena si Ruli dengan si Reyhan. Si Ruli dibawa ke RS AL dan Si Reyhan juga dibawa. Nah kabar awalnya si Ruli yang meninggal (sampai sekarang masih dirawat di ICU) yang kena lehernya bolong. Eh, pagi jam 07.00 WIB dengar kabar si Reyhan meninggal,” ujar Herlani.

“Nah begitu meninggal saya adain rapat RT-RT kemudian, udah bertahan jangan ada yang ikut-ikutan (ke jalan),” pungkas Herlani .

About author