Alasan BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU RI

Alasan BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU RI

11 views
0

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menolak hasil rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena banyak kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif. Bahkan, koalisi adil dan makmur ini berencana tidak akan ajukan gugatan pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), alasannya karena sudah tidak lagi percaya hukum di era pemerintahan Petahana.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi mengatakan prinsip dasar dalam pesta demokrasi yaitu menghormati dan menerima keputusan mayoritas masyarakat dalam melaksanakan haknya untuk memilih pemimpinnya. Tetapi, hal tersebut terjadi jika pemilu berjalan adil dan transparan.

“Pemilu hari ini telah menciptakan rasa keadilan masyarakat yang dikoyak hak pilihnya,” kata Mulyadi saat dihubungi, Minggu (19/5).

“Itu salah satu alasan BPN bersikap menolak rekapitulasi, karena kita menghormati dan memiliki kewajiban untuk mengawal dan memperjuangkan hak masyarkat tersebut,” lanjutnya.

Alasan BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU RI (portalaktual.com)

Alasan BPN Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara KPU RI

Jurkamnas Prabowo-Sandiaga ini menuturkan, jika kepekaan dalam berbangsa masih terjaga, dia mendorong agar hilangkan sikap tertutup terhadap situasi yang berkembang, dengar, analisa dan buat keputusan yang obyektif.

Dijelaskan Mulyadi, negeri ini bukan warisan nenek moyang penguasa, tetapi titipan anak cucu, nenek moyang pendiri bangsa ini justru menyiapkan perangkat fundamental dalam menjalani proses berbangsa dan bernegara. Caranya dengan membuat landasan konstitusi yang sangat jelas untuk dipergunakan setiap generasi dalam mengelola negeri ini, tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Jadi tidak perlu panik kehilangan kekuasaan, karena kekuasaan sesungguhnya milik rakyat yang tercermin dalam proses demokrasi yang dijalankan secara jujur dan adil, bukan sebaliknya,” jelas Caleg DPR RI terpilih dari Gerindra dapil Kabupaten Bogor itu.

Kemudian, Mantan Ketua DPD Gerindra Jabar ini menegaskan untuk hentikan prasangka dan pengkondisian lawan politik, seolah penjahat yang akan menghancurkan negeri ini. Padahal, kata Mulyadi, hanya karena segelintir orang yang takut kepentingannya terganggu atau terbongkar, kemudian rakyat dan bangsa Indonesia dikorbankan.

“Padahal lawan politik juga menjadi bagian dari upaya untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik,” tegasnya.

Mulyadi pun meminta, agar Capres petahana menghentikan penggunaan perangkat kekuasaan termasuk aparat negara. Sebab ini akan menimbulkan gejolak antar anak bangsa.

“Padahal ini semua terjadi sekali lagi karena ambisi dan ketakutan beberapa orang yang terusik kepentingan dan masalahnya,” pungkas Mulyadi.

Jadi, itulah alasan mengapa BPN Prabowo menolak hasil rekapitulasi dari KPU RI. Hal tersebut dikarenakan banyak kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif.

About author