Prabowo Tolak Hasil Penghitungan KPU Yang Curang

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan KPU Yang Curang

7 views
0

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan akan menolak hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika hasil perhitungan tersebut terbukti curang. Prabowo sampaikan hal tersebut di hadapan pendukungnya di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5),

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, bahwa ia tidak akan menyerah untuk mencari keadilan kepada KPU.

“Kami masih menaruh secercah harapan, tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang,” ujar Prabowo saat menutup acara Pemaparan Data Kecurangan Pemilu 2019.

Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pilpres 2019 masih menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi. Sekitar 80 persen dari suara yang masuk, Jokowi-Ma’ruf unggul lebih dari 13 juta suara atas Prabowo-Sandi.

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan KPU Yang Curang (portalaktual.com)

Prabowo Tolak Hasil Penghitungan KPU Yang Curang

Dalam Situng KPU per Selasa (14/5) pukul 08.30 WIB, Jokowi-Ma’ruf meraih 69.566.654 suara atau 56,32 persen, sementara Prabowo-Sandi mendapat 53.947.325 suara atau 43,68 persen.

Prabowo mengingatkan penyelenggara KPU agar bersikap adil dan jujur dalam melakukan perhitungan. “Kami mengimbau, insan-insan di KPU. Kami mengimbau kau anak Indonesia yang ada di KPU,” tuturnya.

“Sekarang nasib masa depan Indonesia ada di pundak mu kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa Indonesia,” lanjut Prabowo.

Prabowo menuturkan, hingga kini dia belum menyerah. Namun demikian, dia mengatakan tetap membuka ruang pembicaraan dan melarang pendukungnya untuk bertindak emosional.

“Ada yang katakan pak Prabowo gimana sikapnya? Katanya ada yang minta ketemu saya, bolak balik minta ketemu. Berbicara boleh berunding boleh, menyerah tidak boleh,” tuturnya.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa dia tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran.

“Sesungguhnya kalau kau tanya hati saya, saya ingin istirahat tapi saudara-saudara setelah saya keliling setelah saya lihat rakyat. Tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia, saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melalui Ketua BPN, Djoko Santoso juga menyatakan menolak hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal tersebut dikarenakan, BPN menanggap telah terjadi kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif selama Pemilu 2019.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *