Tim Relawan IT Paslon 02 Jumpai 9.440 Kesalahan KPU Input Data Situng

Tim Relawan IT Paslon 02 Jumpai 9.440 Kesalahan KPU Input Data Situng

24 views
0

Jakarta – Tim Relawan IT pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, telah menjumpai sebanyak 9.440 kesalahan memasukkan atau input data di Sistem Perhitungan Suara (Situng) milik KPU.

Kesalahan-kesalahan tersebut diduga belum dibenahi oleh KPU. Hal itu di sampaikan oleh Mustofa Nahrawardaya selaku Koordinator Relawan IT saat berada di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, pada (29/4/2019).

“Tim telah meneliti 172.174 TPS, dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke web Situng KPU. Dari total data TPS yang sudah diverifikasi, ditemukan error sebanyak 6% atau 9.440,” kata Mustofa Nahrawardaya.

Mustofa menjelaskan setiap hari relawan menjumpai terdapat kesalahan input data. Dia menyatakan totalnya banyak dengan bermacam-macam kesalahan.

“Dalam setiap hari kami menemukan lebih dari 1.000 kesalahan entri. Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara,” jelas Mustofa.

Mustofa menuturkan, data kesalahan terbanyak berasal dari provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Menurut dia Jawa Barat ada 764 TPS, Jawa Tengah 706 TPS, juga Jawa Timur 385 TPS.

Tim Relawan IT Paslon 02 Jumpai 9.440 Kesalahan KPU Input Data Situng

Tim Relawan IT Paslon 02 Jumpai 9.440 Kesalahan KPU Input Data Situng (portalaktual.com)

“Kami juga menemukan indikasi ada pola input dari daerah tertentu tinggi yang menguntungkan paslon 01, dan merugikan paslon 02. Polanya sangat baku dan konsisten. Ada yang sangat cepat, tapi ada yang sangat lambat. Ini sangat mencurigakan,” tuturnya.

Selain itu, Direktur Satgas Badam Pemenenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Toto Utomo Budi Santoso, menyatakan, bahwa timnya mengorganisasi satgas serta relawan untuk melaporkan praktik kecurangan. Mereka memberikan dokumentasi perolehan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Setiap TPS tempatkan dua satgas dan relawan yang tugas kawal dengan cara salah satunya dokumentasikan, Yang dilaporkan pola konsisten C1 difoto, dikirim pusat, dikonfirmasi data KPU, maka terjadi kecurangan,” pungkas Toto di dalam kesempatan yang sama.

About author