Tim Bawaslu Dapati 4.589 KPPS Tidak Independen

Tim Bawaslu Dapati 4.589 KPPS Tidak Independen

7 views
0

Jakarta – Tim Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendapati 4.589 Tempat Pemungutan Suara yang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)-nya tidak indenpenden. KPPS yang berada di TPS itu menginstruksikan pemilih untuk mencoblos calon yang telah mereka tentukan. Hal itu di sampaikan oleh anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin di kantor Bawaslu, Menteng, Jakarta Pusat, pada (17/4/2019).

“Pengawas pemilu menemukan ada KPPS di 4.589 TPS yang mengarahkan pemilih untuk memilih calon tertentu dan terdapat intimidasi pemilih di 250 TPS,” ungkap Mochammad Afifuddin.

Data itu diperoleh Bawaslu di 121.993 dari total 809 ribu TPS yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Laporan yang di berikan oleh TPS itu masuk ke dalam Sistem Pengawasan Pemilu (Siswaslu). Bukan hanya itu, namun juga Bawaslu mendapatkan saksi yang disangka melanggar peraturan pemilu di sebanyak 2.490 TPS.

“Dan pengawas menemukan ada mobilisasi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di 436 TPS,” jelas Afifuddin.

Bukan hanya itu, Bawaslu menyampaikan, bahwa terdapat 38 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berpeluang melakukan pemungutan suara kembali. Fritz Edward Siregar selaku anggota Bawaslu RI, mengatakan, peluang pemungutan ulang itu dikarenakan logistik pemilu atau surat suara yang rusak serta masih belum sampai.

 

Tim Bawaslu Dapati 4.589 KPPS Tidak Independen

Tim Bawaslu Dapati 4.589 KPPS Tidak Independen (portalaktual.com)

“Ada beberapa logistik yang tertunda menyebabkan adanya pemungutan suara ulang atau susulan. Yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang itu ada 38 TPS,” kata Fritz.

Salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan TPS di Jambi. Di Jambi kotak suaranya mengalami kerusakan, kotak suara yang rusak di sebabkan oleh banjir.

Di harapkan, agar berbagai kecurangan, dan permasalahan yang terjadi selama masa pencoblosan bisa terungkap. Juga semoga bisa, mendapatkan hasil yang benar dan juga akurat hasil perolehan suaranya. Sebab, hingga saat ini hasil dari hasil perhitungan cepat tidak sesuai dengan hasil yang di dapatkan langsung di TPS.

About author