Relawan Independen, Tim Prabowo-Sandi Di Anggap Unggul Narasi Dan Militansi

Relawan Independen, Tim Prabowo-Sandi Di Anggap Unggul Narasi Dan Militansi

15 views
0

Jakarta– Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sepakat dengan tanggapan yang mengungkapkan jika timses serta relawan Prabowo-Sandi unggul dari paslon kubu Petahana soal menyampaikan narasi serta militansi. BPN menilai, bahwa para pendukung paslon koalisi Adil Makmur bergerak dengan independen. Hal itu di sampaikan oleh Saleh Partaonan Daulay selaku Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, pada 25/3/2019.

“Yang jelas kalau dari 02, kita melihat pendukung kita itu lebih mandiri. Kemudian mereka bekerja sendiri untuk membantu bagaimana agar pasangan ini bisa muncul dan bisa tampil di masyarakat sebanyak mungkin,” ungkap Saleh.

“Prinsip partisipatif itu kelihatan jelas di kubu Prabowo ini. Makanya kalau kita lihat yang ikut secara sukarela dan partisipasi secara mandiri itu pasti akan lebih militan,” sambungnya.

Menurut Saleh, narasi serta militansi yang di dirikan oleh relawan emak-emak lebih unggul bila di setarakan dengan para pedukung lainnya. Sebab, relawan emak-emak di nilai agar berbeda dari yang lainnya, maka dari itu membuat relawan emak-emak menjadi lebih unggul.

“Menurut hasil evaluasi internal itu bahwa militansi emak-emak itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan militansi yang lain-lainnya, walaupun yang lain-lainnya sebetulnya bagus. Tapi militansi emak-emak ini agak berbeda sedikit,” jelas dia.

Saleh menuturkan, bila relawam emak-emak Prabowo-Sandi sebagai ciri pembeda dari relawan paslon kubu Petahana. Apalagi, dia menilai, jika relawan emak-emak Prabowo-Sandi sangat sulit untuk di hasut.

“Ya dong (jadi faktor pembeda). Mereka (relawan emak-emak) tidak gampang digoyahkan dengan apa namanya pengiringan-pengiringan opini,” tutur politikus PAN ini.

Relawan Independen, Tim Prabowo-Sandi Di Anggap Unggul Narasi Dan Militansi

Relawan Independen, Tim Prabowo-Sandi Di Anggap Unggul Narasi Dan Militansi (portalaktual.com)

“Itu kalau di media sosial ada video emak-emak yang datang door to door menjual Prabowo-Sandi. Itu kan militan namanya, emak-emak. Itu kita berharap menjadi kekuatan yang dahsyat untuk 23 hari ke depan sehingga Prabowo-Sandi bisa menang,” imbuh dia.

Sebelum itu, Toto Suryaningtyas selaku peneliti Litbang Kompas mengungkapkan, jika paslon kubu Petahana kalah soal menyampaikan narasi serta militansi. Menurut hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas dari paslon kubu Petahana memang berkurang, sedangkan elektabilitas dari Prabowo-Sandi terlihat bertambah. Hal itu di sampaikan olehnya saat berada dalam diskusi di Kafe Kanorai, Gambir, Jakarta Pusat, pada 25/3/2019.

“Contoh, melalui kasus kasus yang ditangani polisi, politik identitas pasti masuk, sudah include itu, otomatis kalau pilih Prabowo sudah pasti masuk ranah politik identitas, misal 212, pembakaran tauhid yang esensinya nggak terkait Pilpres, tapi narasinya dekat ke 02 dibandong 01 narasinya. Itu bisa diamati di komen netizen. Jadi penguasaan narasi publik dan narasi itu sifatnya masif untuk itu 01 kalah,” kata Toto.

Ari Nurcahyo sebagai Direktur Para Syndicate menanggap jika tim paslon kubu Petahana hanya lega dengan selebrasi. Sedangkan, tim Prabowo-Sandi lebih mementingkan dari golongan bawah.

“01 timses dan parpol, relawan hanya puas dengan ceremony, selebrasi dan panggung dukungan, sementara kalah dalam militansi dibanding dengan pendukung 02, 01 menang di udara, tapi kerja di politik itu ada di darat, door to door, itu kuncinya. Gimana pastikan data suara pemilih masuk ke TPS-TPS. Itu kuncinya.” ujar Ari.

“Harus diakui militansi grassroot 02 lebih bagus, narasi lebih bagus. Sementata 01 hanya menang di etalase dan dukungan deklarasi,” pungkas dia.

About author