Ini Fokus Materi Sandiaga Uno Dalam Debat Ketiga

Ini Fokus Materi Sandiaga Uno Dalam Debat Ketiga

4 views
0

Jakarta – Sumarjati Arjoso selaku kader DPR RI, Fraksi Partai Gerindra mengungkapkan, di dalam debat putaran ketiga di ketahui akan menggunakan materi terkait dengan pendidikan, keseharan, ketenagakerjaan, serta sosial budaya. Calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno akan memfokuskan dalam pembahasan pembangunan yang berlandaskan kesehatan.

Hal tersebut, karena pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi mempercayai jika kesehatam merupakan modal penting untuk setiap pembangunan. Hingga dalam setiap peraturan yang di tetapkan menyelesaikan persoalan, yang terpenting harus dapat di perkirakan salah satunya yakni pengaruh terhadap kesehatan. Hal itu di sampaikan olehnya setelah dalam acara ‘Gerindra Mendengar’ yang berlokasi di Jl. Mulawarman, pada 14/3/2019.

“Semua pembangunan itu harus memperhatikan dampak pada kesehatannya. Misalnya hutan terbakar, dampaknya apa. Sungai-sungai banjir dampaknya apa. Semua harus diperhitungkan dampak kesehatan. Karena kesehatan adalah modal utama pembangunan,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jika Prabowo-Sandi dapat terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, mereka tidak hanya mengutamakan untuk menyelesaikan penyakit yang menular saja. Namun, mereka juga akan mementingkan untuk menyelesaikan penyakit berat yang tidak menular, yang sekarang ini di anggap semakin bertambah.

“Sekarang ini penyakit tidak menular itu semakin berkembang. kanker, stroke, ginjal diabetes dan sebagainya semakin berkembang sehingga membutuhkan memakan biaya yang besar termasuk ikut mendorong defisit bpjs. karena itu harus ada tindakan promotif preventif upaya pencegahan sehingga penyakit itu tidak menjadi parah,” jelas dia.

Sumarjati menilai, jika penyakit berat tersebut, seringkali memakai biaya yang tinggi untuk mengobatinya. Dengan semakin tingginya biaya yang di gunakan untuk hal tersebut yang di anggap cukup memberatkan BPJS. Oleh sebab itu, jika penyakit berat itu bisa di selesaikan dan di kurangi, pendanaan yang di beratkan terhadap BPJS tidak tinggi.

“Misalnya diabetes tak jadi berat. tidak komplikasi ke ginjal sehingga tidak perlu cuci darah. Hipertensi tidak parah sehingga menjadi stroke. Jantung juga demikian. sehingga tidak memerlukan operasi jantung yang makan biaya besar. Semua itu harus dengan promotif preventif artinya ada penyuluhan-penyuluhan dan pencegahan,” ujar Sumarjati.

Ini Fokus Materi Sandiaga Uno Dalam Debat Ketiga

Ini Fokus Materi Sandiaga Uno Dalam Debat Ketiga (portalaktual.com)

“Prabowo-Sandi akan fokus pada pencegahan, sehingga semestinya menilainya bukan banyak nya kunjungan orang sakit. Tetapi seberapa banyak orang yang bisa dicegah,” sambungnya.

Selain itu, Zulkifli Hasan selaku Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan, tidak mempersoalkan dengan pembagian wilayah kampanye terbuka yang sudah diundi oleh komisi pemilihan umum (KPU). Menurut hasil tersebut, Prabowo-Sandi akan mengawali kampanyenya dari zona A, sedangkan paslon kubu Petahana akan memulai dari zona B.

Dia menyebut, jika di dalam kampanye terbuka mendatang, Prabowo-Sandi tidak akan bersamaan. Dan juga akan ada pemisahan tugas diantara Prabowo-Sandi untuk bisa mencapai semua titik kampanye. Hal itu di sampaikan oelh Zulkifli saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 14/3/2019.

“Bagi-bagi tugas ya. Masing-masing, gak bisa sama-sama, kalau sama-sama kan nanti, ya kita sendiri, mungkin sandi sendiri, pak prabowo sendiri. teman-teman yang lain masing-masing, ngatur sebaran, sekarang lagi dibahas, rencananya besok itu akan ada pertemuan. besok malam,” tutur dia.

Dia juga menerangkan, jika Prabowo-Sandi akan mengutamakan kampanye di Jawa Tengah. Walaupun begitu, dia menilai, bukan berarti daerah yang ada di luar pulau Jawa tidak akan di kunjungi. Bukan hanya itu saja, kampanye mendatang pun tidak seluruhnya di jalankan oleh paslon bersama dengan parpol pengusungnya.

“Beda-beda. nanti dibagi. gak mungkin kekejar kalau 20 hari sama-sama. Ya saya sendiri. mungkin nanti partai lain sendiri. capres sendiri, cawpres sendiri. Gak mungkin semua bisa dilaksanakan 21 hari serentak oleh capres-cawapres, seluruh indonesia 500 sekian kabupaten, gak mungkin,” terang Ketua umum PAN itu.

Dia menambahkan, jika dia optimis di dalam kampanye terbuka mendatang, akan bisa meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Sebab, dia menilai, total dari swing voters serta undicided voter masih sangat banyak.

“Insya Allah. kan sekarang orang tidak berani jawab kalau ditanya. Anda saja kalau ditanya milih siapa kan ‘nanti rahasia dong’. kan gitu,” tutup dia.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *