Prabowo Sebut Indonesia Banyak Otak Jahat Di Dunia Intel

Prabowo Sebut Indonesia Banyak Otak Jahat Di Dunia Intel

60 views
0

Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra yang juga sebagai calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah untuk menanggapi suatu peristiwa. Salah satunya seperti dalam kejadian teror. Dia menyatakan ada otak jahat di dunia intel. Hal tersbeut di ungkapkan olehnya saat berada di konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama eksponen Muhammadiyah di Hotel Sahid, Jakarta, pada 3/3/2019.Di ketahui, di dalan kegiatan tersebut hadir beberapa tokoh seperti calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan juga Amien Rais.

“Saya belajar ilmu militer, ilmu perang, di situ ada ilmu macem-macem, intel, ilmu sandi yudha, jadi kadang-kadang karena saya mengerti paham pelaku, jadi saya mengerti kalau ada kejadian jangan serta merta percaya pada kejadian itu,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, jika di dunia ini banyak otak-otak kejam, otak jahat, yang banyak berkumpul di dunia intelijen.

“Karena di dunia ini banyak otak-otak kejam, otak-otak jahat banyak yang berkumpul di dunia intelijen,” tutur dia.

Mantan Danjen Kopassus itu di menyatakan jika ungkapan tersebut di kutip dari contoh persoalan teror. Penjahat dari kasus teror, dapat di di tandai dari golongan tertentu, sedangkan hal itu masih belum dapat di tentukan.

Prabowo Sebut Indonesia Banyak Otak Jahat Di Dunia Intel

Prabowo Sebut Indonesia Banyak Otak Jahat Di Dunia Intel (portalaktual.com)

“Jadi umpamanya, ada aksi teror, ledakan, ledakan bom. Langsung sudah dicap yang melalukan adalah umat Islam. Padahal belum tentu, bisa umat Islam, bisa juga bukan umat Islam,” ujar Prabowo.

Dia juga menilai, jika ada yang memakai program untuk mencerai beraikan suatu kesatuan. Kata dia contohnya soal kasus bom. Dia menjabarkan, jika di satu negara contohnya terdapat dua pandangan Islam yang berbeda, kemudian di antara mereka saling membom masjid satu sama lain.

“Untuk mengadu domba, kadang di suatu negara ada Islam Sunni, Islam Syiah. Nanti ada pihak ketiga, dia bom Masjid Sunni dan bom Masjid Syiah,” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, hal tersebut merupakan hal yang klasik, dan hal tersebut bisa di katakan dengan memecah belah.

“Itu klasik, namanya pelajaran itu adalah divide et impera, divide and rule, pecah belah,” tutup calon presiden no urut 02 itu.

About author