Prabowo : Saya Kalah Karena Kurang Pintar Dan Mungkin Terlalu Jujur

Prabowo : Saya Kalah Karena Kurang Pintar Dan Mungkin Terlalu Jujur

5 views
0

Sumenep – Ketua Umum Partai Gerindra yang saat ini sebagai calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto, menyatakan menerima banyak sekali dukungan dari para tokoh di Madura sejak Pilpres 2014. Dia menyebut, dia kalah mungkin kurang pintar waktu itu, dan juga menurutnya mungkin terlalu jujur. Hal itu dia sampaikan saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Assaddad, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, pada 26/02/2019.

“Madura ini lain dari yang lain. Saya merasa dekat dengan tokoh-tokoh Madura sejak dulu. Bahkan di Pilpres 2014 lalu, ulama dan tokoh Madura juga mendukung saya. Cuma saya kalah karena kurang pintar waktu itu. Dan mungkin karena terlalu jujur,” tuturnya yang di terima dengan tawa dari masyarakat.

Di dalam kedatangannya tersebut, Prabowo menaiki helikopter dan mendarat di Lapangan Ambunten. Kemudian, dia melanjutkan perjalanannya dengan menaiki kendaraan pribadinya untuk menuju ke tempat berlangsungnya acara silaturahmi bersama para alim ulama serta para tokoh masyarakat, juga para pendukungnya yang berada di Sumenep.

Dia juga memastikan, akan menciptakan pemerintahan yang bersih, antikorupsi, serta akan mengatasi kemiskinan sampai ke sumber-sumbernya jika nantinya terpilih bersama Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019 mendatang. Dan dia pun akan tuturn langsung ke masyarakat.

Prabowo : Saya Kalah Karena Kurang Pintar Dan Mungkin Terlalu Jujur

Prabowo : Saya Kalah Karena Kurang Pintar Dan Mungkin Terlalu Jujur (portalaktual.com)

“Saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik, karena ingin memperbaiki yang salah. Saya memutuskan untuk terjun langsung ke rakyat, meminta mandat dari rakyat Indonesia. Saya bertekad membentuk pemerintah yang bersih, anti korupsi, dan memberantas kemiskinan sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menilai, bahwa elite negara Indonesia telah selama puluhan tahun menyembunyikannya dari masyarakat, adanya sistem perekonomian salah. Hal tersebut menyebabkan, bahwa tak mungkin jika Indonesia menjadi sejahtera, dan juga tak mungkin Indonesia menjadi adil dan makmur.

“Minimal saat ini kita mulai pekerjaan suci dan perjalanan sulit ini. Karena itu saya dekat dengan ulama, minta didoakan supaya bisa memperbaiki yang tidak benar. Saya berjanji akan mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi,” tutup calon presiden no urut 02 ini.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *