Jokowi Bohong Soal Lubang Tambang Bisa Jadi Kolam Ikan

Jokowi Bohong Soal Lubang Tambang Bisa Jadi Kolam Ikan

10 views
0

Jakarta – Salah satu Insinyur Lingkungan yakni Yuyun Ismawati dari Lembaga Swadaya Masyarakat Balifokus memberikan kritik terkait dengan pernyataan yang di lontarkan oleh capres no urut 01 Joko Widodo di dalam debat calon presiden putaran kedua, tentang reklamasi lubang tambang sebagai pantai wisata dan juga di jadikan kolam ikan. Dia menilai, bahwa penyelesaian itu seperti di pangkas. Hal itu dia sampaikan dari keterangan tertulis pada 17/2/2019.

“Dari masalah ke solusi kayak langsung tembak dan selesai di situ. Padahal, urusan rehabilitasi lahan bekas tambang kan sudah ada aturannya,” ungkapnya.

Kemudian dia menjelaskan, bahwa penyelasian lubang tambang sebagai kolam ikan tersebut sama dengan  penyelesaian pembenahan abu terbang dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sebab, abu terbang harusnya di kelola dan juga di stabilkan terlebih dulu sebelum dapat di gunakan, namun sering kali di

Lebih lanjut, dia menyebut solusi lubang tambang jadi kolam ikan ini serupa dengan solusi penangananan abu terbang dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Abu terbang seharusnya diolah dan distabilkan terlebih dahulu sebelum bisa dimanfaatkan, tetapi sering kali dipotong menjadi ‘Abu terbang bisa dimanfaatkan jadi batako’.

Yuyun menyatakan, bahwa sama seperti abu terbangm lubang tambang tersebut tak dapat langsung di jadikan kolam ataupun tujuan wisata, sebab banyak polutan dan mineral yang keluar ketika aktivitas penambangan atau bahkan tersisa di dalam air kolam atau lubang bekas tambang.

“Kegiatan penambangan atau ekploitasi sumber daya alam akan mengobok-obok komposisi kimiawi di perut bumi. Yang sebelumnya berada dalam kondisi stabil jadi terganggu akibat kegiatan gali-menggali,” kata Yuyun.

Dia menuturkan, bahwa sebagian banyak aktivitas penambangan pun hnaya mengangkut mineral yang di inginkan dan juga sesuai dengan izin. Sisanya di anggap overburden dan dibuang. Bahkan, campuran overburden tersebut mengandung bahan arsenik dan lain-lain yang dapat kemungkinan timbul di permukaan tanah.

Dibandingkan untuk kolam ikan yang boleh jadi masih menyimpan polutan dan limbah B3 yang tersisa. Yuyun juga lebih mengusulkan penggunaan non-pangan, seperti pembangkit listrik tenaga angin atau tenaga surya. Tetapi, dengan catatan lubang tambang tersebut di perbaiki terlebih dahulu sesuai dengan prosedur dan peraturan.

Jokowi Bohong Soal Lubang Tambang Bisa Jadi Kolam Ikan

Jokowi Bohong Soal Lubang Tambang Bisa Jadi Kolam Ikan (portalaktual.com)

Telah ada peraturannya

Sebenarnya, peraturan terkait dengan perbaikan dan penimbunan lubang tambang sidah di tetapkan dalam aturan pemerintah. Yakni, UU No 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Pertambangan Batubara yang di ambil oleh peneliti Auriga Iqbal Damanik. Contoh, mewajibkan pemegang izin untuk menjalankan penimbunan dan perbaikan pascatambang. Kemudian, ada pula Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang dalam Kegiatan Usaha Minerba (Permen 07/2014) yang diambil oleh Yuyun. Permen itu mewajibkan perusahaan besar untuk memberikan uang jaminan perbaikan setelah tambang.

“Kalau ada pemilik izin tambang, ya mereka harus rehabilitasi dan kembalikan seperti semula sesuai kontrak yang mereka pegang. Setelah diinventarisir oleh pihak ketiga, rehabilitasi dilakukan dan pemanfaatannya pascatambang bisa untuk bermacam peruntukan,” tutur Yuyun.

Namun sayangnya, penegatan peraturan dan pemantauan masih harus di perkuat. Karena, seperti yang di sampaikan oleh Yuyun mengatakan terkait dengan bekas galian tambang ilegal, susah untuk mendapatkan pelakunya dan penegakan hukumnya, sebab tidak jarang mereka mengumpat di belakang oknum aparat negara dan juga para pejabat.

Jadi, memang seharusnya lubang tambang tersebut tidak di manfaatkan untuk kolam ikan karena masih banyak menyisakan polutan dan juga sisa-sisa tambang yang tersisa. Jika lubang tersebut di jadikan kolam ikan, maka ikan-ikan tersebut justru akan mati karena efek dari limbah tersebut.

 

About author