Bawaslu : Bila Peserta Pemilu Lakukan Ibadah, Jangan Kaitkan Kampanye

Bawaslu : Bila Peserta Pemilu Lakukan Ibadah, Jangan Kaitkan Kampanye

9 views
0

Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menekankan, bahwa kampanye tidak boleh di lakukan di tempat ibadah. Bila adanya aktivitas kampanye yang di langsungkan di temoat ibadah, hal tersebut berpeluang menjadi pelanggaran kebijakan pemilu. Walaupun begitu, Abhan menyatakan, bahwa setiap orang memiliki hak untuk melakukan ibadah, termasuk juga untuk calon presiden, calon wakil presiden, dan juga calon legislatif. Penuturan Abhan tersebut menerima agenda calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto, untuk slaat Jumat bersama dengan masyarakat di  Masjid Agung, Semarang, pada 15/2/2019. Hal itu di sampaikannya ketika di temui di kantor KPU, pada 14/2/2019.

“Pada prinsipnya, siapapun yang mau melakukan ibadah tidak ada larangan. Batasannya di Undang-Undang menjelaskan bahwa tempat ibadah dilarang untuk berkampanye,” ungkap Abhan.

Dia mengimbau masyarakat, untuk tidak selalu melihat kegiatan para peserta pemilu di tempat ibadah sebagai kegaitan kampanye. Dia menilai, bahwa harus ada tinjauan mendalam untuk meyakinkan adanya tanda-tanda dugaan kampanye di dalam suatu kegiatan. Ungkapan Abhan tersbeut di tekankan oleh Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wahyu menilai, bahwa larangan kampanye di tempat ibadah sudah terdapat do dalam Undang-Undang Pemilu.

“Yang tidak boleh itu adalah di tempat ibadah berkampanye. Tetapi adalah orang beribadah di negara ini dilindungi, bahwa kebebasan beribadah dan menjalankan keyakinannya menurut agama masing-masing hak asasi setiap orang,” ujar dia.

Bawaslu : Bila Peserta Pemilu Lakukan Ibadah, Jangan Kaitkan Kampanye

Bawaslu : Bila Peserta Pemilu Lakukan Ibadah, Jangan Kaitkan Kampanye (portalaktual.com)

Terkait dengan rencana Prabowo Subianto akan melakukan salat Jumat bersama dengan masayarakat di Masjid Agung Semarang, Abhan menjelaskan, Bawaslu daerah akan terjun langsug untuk mengamati. Pengamatan itu sebagai bagian yang menyatu pada peserta pemilu. Sebab, sebelum itu di media sosial beredar poster ajakan salat Jumat bersama dengan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto di di Masjid Agung Semarang, pada 14/2/2019.

“Sudah otomatis di sana akan dilakukan pengawasan oleh Bawaslu daerah,” tuturnya.

Ajakan yang di buat oleh calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto tersebut, merupakan ajakan untuk melakukan salat Jumat bersama dan bukannya untuk melakukan kampanye. Jadi tidak ada yang salah dalam ajakan tersebut. Sebab, ajakan tersebut merupakan ajakan dalam kebaikan dan bukannya mengajak untuk berbuat sesuatu yang buruk.

 

About author