Inilah Program Prabowo-Sandi Untuk Selesaikan Krisis Energi

Inilah Program Prabowo-Sandi Untuk Selesaikan Krisis Energi

9 views
0

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno telah mempersiapkan terkait dengan program dukungan untuk menyelasaikan krisis energi yang terjadi di Indonesia. Program tersebut akan di jalankan bila nantinya mereka di berikan amanat untuk memimpin bangsa Indonesia ini pada Pilpres 2019. Hal itu di sampaikan oleh kader Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika di Media Center Prabowo-Sandi, Jl. Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 8/2/2019.

“Pak Prabowo punya beberapa pemikiran, dalam jangka pendek yang akan beliau instruksikan adalah harus segera kurangi ketergantungan kepada bensin dan solar dan batu bara. Mungkin kita tidak defisit, tapi kita fikirkan tentang dampak lingkungannya,” ujar Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).

Dia menjelaskan, bahwa kendaraan bermotor merupakan salah satu pengguna terbanyak dari bahan bakar minyak. Prabowo di tegaskan akan memberikan insentif untuk kendaraan yang memakai bahan bakar alternatif dan juga membuat pelestarian bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

“Di era SBY pernah ada wacana konversi energi untuk kendaraan bermotor. Namun saat itu belum sepakat siapa yang akan bangun konverter. Langkah ini adalah satu cara yang bisa lebih cepat sehingga subsidi bisa diarahkan bukan hanya untuk subsidi harga, tapi untuk converter,” jelasnya.

Inilah Program Prabowo-Sandi Untuk Selesaikan Krisis Energi

Inilah Program Prabowo-Sandi Untuk Selesaikan Krisis Energi (portalaktual.com)

Sebagai penyelesaian dalam jangka waktu lama, Prabowo di tegaskan akan mendirikan industri biofuel. Dia menuturkan, bahwa rancangan terkait dengan industri biofuel cara Prabowo berdasar pada visinya untuk membuat Indonesia menjadi negara yang menghasilakan bioetanol terbesar di dunia.

“Kita punya lahan. Menurut data, ada 10 juta hektare lahan tidak produktif. Prabowo mentargetkan 2 juta hektare dikonversi ke bioetanol estate dengan sekema public private poeple partnership,” tuturnya.

Dia menambahkan, hingga masyarakat ataupun juga petani, pengusaha dan negara ikut andil dalam industri tersebut. Dia menilai, bahwa hal tersebutlah yang menjadi satu dukungan besat untuk energi.

“Inilah yang akan menjadi satu dorongan besar untuk energi. Petani akan mendapat kepastian lahan, sudah ada pembelinya yaitu pabrik, pemerintah juga mendapat bagian dari itu,” tutupnya.

About author