Salah Satu Kebijakan Industri Akan Di Pacu Prabowo-Sandi Bila Menang Pilpres 2019

Salah Satu Kebijakan Industri Akan Di Pacu Prabowo-Sandi Bila Menang Pilpres 2019

26 views
0

Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Handi Risza mengungkapkan, bahwa timnya akan memacu kebijakan terkait dengan industri halal di Indonesia. Bukan hanya itu saja, bila nantinya pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo Subainto dan Sandiaga Salahuddin Uno memenangkan Pilpres 2019 mendatang, mereka akan menjadikan Indonesia menjadi sentral industri halal internasional.

Dia menilai, bahwa hal tersebut terkait dengan visi dan misi ‘Indonesia Menang Prabowo-Sandi’ yang berisi harapan yang solid untuk menjadikan Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah. Hal itu di sampaikannya di Jakarta, pada 07/02/2019.

“Prabowo-Sandi akan mencoba akselerasi kebijakan yang bisa mempercepat penyelesaian perangkat dan infrastruktur industri halal maupun keuangan syariah,” ujar Handi.

Untuk dpaat mewujudkan tujuan tersebut, yakni dengan cara mempererat lembaga keuangan suariah dan juga mempererat ekosistem usaha syariah. Tak hanya itu saja, nantinya pun akan buat oenelitian dan pendidikan juga pemaksimalan penggunaan dana sosial-zakat, wakafm infak, dan sodakoh- sesuai dengan kebutuhannya.

kandidat anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menjelaskan, pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi memiliki janji untuk mengatasi permasalahan regulasi dan struktural yang memperlambat percepatan industri halal. Begitu pula untuk melakukan amanah Undang-Undang Jaminan Produk Halal dengan meciptakan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH), sampai auditor halal. Di dalam sektor lembaga keuangan syariah, pasangan capres-cawapres no urut 02 ini akan memperkaya pangsa pasar industri itu.

Salah Satu Kebijakan Industri Akan Di Pacu Prabowo-Sandi Bila Menang Pilpres 2019

Salah Satu Kebijakan Industri Akan Di Pacu Prabowo-Sandi Bila Menang Pilpres 2019 (portalaktual.com)

“Dengan mendorong perluasan kewajiban membayar zakat, agar bisa difokuskan untuk program percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” jelas Handi.

Dengan begitu, dia menuturkan, bahwa peluang industri halal dan juga keuangan syariah memang akan gunakan menjadi sentral perkembangan ekonomi baru untuk perekonomian Indonesia. Bank Indonesia (BI) di dalam lima tahun mendatang pun akan menargetkan pangsa pasar industri keuangan syariah hingga 20 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo mengharapkan, angka itu akan dapat di capai pada 2023 dari posisi data ini pada angka 8 persen.

“Kita dorong bisa naik double digit melalui pasar modal, instrumen jangka pendek, dan keterlibatan keuangan sosial yaitu wakaf dan zakat,” pungkasnya pada Desember lalu.

About author