Kubu Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Pihak DKPP, Inilah Alasannya

Kubu Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Pihak DKPP, Inilah Alasannya

5 views
0

Jakarta – Tim Sukses Prabowo-Sandi melaporkan KPU ke pihak DKPP, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atas tuduhan batalnya untuk mengakomodasikan visi-misi Capres Cawapres dalam debat perdana nanti.

Dikutip pada Senin (07/01/19) bahwa Tim Advokasi BPN DKI Yupen Hadi saat berada di Kantor DKPP Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat mengatakan sebagai berikut.

“Kami mewakili badan pemenangan provinsi DKI Jakarta, saya diperintahkan Pak Taufik untuk melaporkan komisioner KPU RI ke DKPP berkaitan dengan pembatalan agenda penyampaian visi-misi paslon,” ujar Yupen Hadi saat kami temui.

Pihak Prabowo-Sandi sangat dirugikan karena batalnya acara penyampaian visi-misi tersebut. Karena dianggapnya, sosialisasi visi-misi bagi pasangan Capres Cawapres harus dilakukan. Hal tersebut dikatakan oleh Yupen mewakili BPN Prabowo-Sandi wilayah DKI Jakarta.

“Kami merasa sangat dirugikan atas pembatalan itu, kenapa dirugikan? Yang kami pahami bahwa visi-misi calon adalah GBHN-nya republik ini ke depan. Kita nggak punya GBHN lagi selain dari visi-misi calon,” ujar Yupen.

“Nah kalau itu dihilangkan, rakyat tahunya dari mana visi-misi calon, apa bedanya 01 dan 02,” lanjutnya.

Kubu Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Pihak DKPP, Inilah Alasannya

Kubu Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Pihak DKPP, Inilah Alasannya

Dalam hal ini dapat dipertanyakan mengenai peranan KPU yang membatali akomodasi sosialisasi, yang diakibatkan terdapatnya persepsi yang berbeda diantara kedua kandidat. Menurut Yupen, lebih baik agar KPU lebih tegas lagi untuk memastikan teknis siapa yang harus menyuarakan visi-misinya.

“Karena ada sedikit perbedaan pendapat persoalan teknis, KPU kemudian membatalkan. Kenapa KPU sebagai penyelenggara tidak memaksakan saja kepada para pihaknya teknisnya harus seperti ini lho, bukan mensederhanakan dengan membatalkan. Karena efek dari pembatalan adalah tidak tersampaikannya visi-misi paslon ke masyarakat luas,” ujar Yupen.

KPU telah dianggap melanggar aturan dan enggan melaksanakan hukum undang-undang. Atas laporan yang dibuat oleh Yupen, Dia berharap bahwa nantinya DKPP akan memproses lebih dalam agar terciptanya keadilan yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami anggap KPU sudah tidak melaksanakan aturan hukum, undang-undang ya. Jadi kami mengadukan ke DKPP dengan harapan bisa menengahi persoalan ini, bisa menyampaikan mana yang bener ke KPU, tentunya direspons sesuai undang-undang,” ujarnya.

Sebelum dilaporkan oleh Timses Prabowo-Sandi, Arief Budiman yang menjabat sebagai Ketua KPU menyampaikan, bahwa penyampaian visi-misi tidak menadapat akomodasi dikarenakan persepsi yang berbeda diantara kedua kubu tersebut.

Dan pada akhirnya KPU akan membuat kebebasan waktu sosialisasi untuk Timses para Paslon, tanpa adanya batasan durasi yang akan menyebabkan perbedaan lagi bagi kedua paslon yang akan menghadapi depat nantinya.

About author