Sandi Diminta Agar Beras Indonesia Tidak Dihancurkan Oleh Beras Impor Dari Negara Lain

Sandi Diminta Agar Beras Indonesia Tidak Dihancurkan Oleh Beras Impor Dari Negara Lain

22 views
0

Indramayu – Calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, di minta agar beras Indonesia tidak di hancurkan oleh beras impor dari negara lain bila terpilih nantinya, hal itu disampaikan oleh Feri Priatna Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi).

Sandi mendapatkan usulan tersebut ketika mengunjungi pabrik beras CV Fajar Niaga Desa Widasari, Kecamatan Widasari, Jl. Simpang Tiga, Desa Kongsi Jaya, Indramayu, Jawa Barat, pada 18/12/2018.

“Jangan sampai, Pak, beras kita tidak laku karena maraknya beras impor. Kami sudah sulit menjual beras karena harganya tinggi, sementara beras impor dijual dengan harga murah,” Minta Feri kepada Sandi.

Mendapatkan masukan tersebut, mantan gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa ia dan Prabowo akan mengadakan tiga swasembada , yakni pangan, air, dan energi. Khusus untuk swasembada pangan, ia akan memberikan kebijakan untuk menghentikan impor saat petani panen.

“Swasembada pangan menjadi program kami di tahun 2019. Selain penyerapan beras hasil petani di Bulog akan ditingkatkan, beras lokal diutamakan. Jangan lagi kita didikte oleh mafia pangan dan mafia impor. Jangan sampai yang makmur petani Vietnam, bukan petani Indramayu. Perut masyarakat utama. Nomor satu adalah perut rakyat, presiden nomor dua,” jelasnya.

Sandi Diminta Agar Beras Indonesia Tidak Dihancurkan Oleh Beras Impor Dari Negara Lain

Sandi Diminta Agar Beras Indonesia Tidak Dihancurkan Oleh Beras Impor Dari Negara Lain

Sandi mengungkapkan, apabila di izinkan oleh Allah SWT untuk pemimpin masyarakat Indonesia, ia dan Prabowo akan fokus untuk penyediaan lapangan pekerjaan dan harga-harga bahan kebutuhan pokok menjadi terjangkau dan juga stabil. Termasuk juga harga pupuk dan obat-obatan untuk para petani.

“Kami akan perhatikan 182 ribu penggilingan padi, termasuk untuk permodalan dan teknologinya, sehingga tenaga kerja terserap dan mampu meminimalisasi ongkos produksi,” pungkasnya.

About author