KETIKA PRABOWO BERCANDA DENGAN RAKYAT

KETIKA PRABOWO BERCANDA DENGAN RAKYAT

5 views
0

Jakarta – Framing jahat “lempar handphone” kini sudah tamat. Sosok Prabowo yang dulu di buruk-gambarkan oleh media dan buzzer jahat sebagai sosok yang kasar dan temperamen sudah tidak berlaku lagi. Karena pada akhirnya masyarakat menyaksikan sendiri betapa Prabowo adalah sosok yang cair dan rendah hati serta penuh canda dan ahli membuat hangat suasana meski dalam hal-hal tertentu khususnya kedaulatan negara Prabowo selalu menampakkan wajah seriusnya.

Ketika Prabowo menghadiri acara deklarasi relawan Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) di Gedung DOME Kota Balikpapan, Prabowo mampu menyihir ribuan orang tertawa dan bersuka-ria dengan candaan ringannya terhadap seorang kakek yang bernama Untung Slamet.

Awalnya, ketika Prabowo Subianto berorasi diatas panggung memaparkan masalah-masalah bangsa yang harus dihadapi. Seorang kakek warga Balikpapan, Kalimantan Timur bernama Untung Slamet terlihat paling semangat dengan menjawab masalah-masalah bangsa tersebut. Dan hal ini menarik perhatian Prabowo sehingga akhirnya, ia pun dipanggil oleh Prabowo untuk naik keatas panggung.

“Bapak saya lihat paling semangat ini, padahal sudah tua, coba lihat giginya masih ada atau sudah ompong?,” tanya Prabowo penuh canda kepada Kakek Untung diatas panggung.

Dengan polosnya, kakek Untung langsung mengangkat mulutnya dan menunjukkan giginya yang sudah ompong itu. “Ini pak, sudah ompong saya,” ungkapnya yang langsung disambut gelak tawa oleh ribuan relawan yang hadir.

Prabowo yang melihat kepolosan Kakek Untung juga ikut tertawa. Capres nomer urut 02 itu juga langsung menanyakan pekerjaan dari kakek Untung. Namun si kakek menjawab bahwa dirinya sudah tidak punya pekerjaan lagi.

“Pekerjaanmu apa pak?,” tanya Prabowo. “Belum punya pekerjaan pak,” ungkap Kakek Untung.

Setelah itu Kakek Untung pun menjelaskan dihadapan Prabowo terkait kehadirannya dalam acara deklarasi relawan ini. Menurutnya, meskipun ia tidak punya pekerjaan tetapi ia masih punya semangat untuk berjuang bersama Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk memenangkan Pilpres 2019. Yang terpenting menurutnya, Prabowo-Sandi menang dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk anak cucu nya.

KETIKA PRABOWO BERCANDA DENGAN RAKYAT

KETIKA PRABOWO BERCANDA DENGAN RAKYAT

“Saya punya semangat untuk berjuang pak ketua, kita harus berjuang pak ketua supaya keluarga saya anak cucu saya bisa hidup lebih sejahtera, selamat pak ketua, hidup pak ketua, saya cinta sama pak ketua karena pak ketua membela NKRI, hidup pak ketua, pak Prabowo menyapa Kalimantan, hidup, 2019 presiden baru,” ungkap Kakek Untung penuh semangat dengan memanggil Prabowo dengan sebutan Pak Ketua.

Prabowo pun langsung menanggapi dengan penuh canda, ia menanyakan bahwa gigi Kakek Untung tinggal berapa. Kakek Untung pun langsung menjawab dua sembari mengacungkan kedua jarinya. Sontak saja Prabowo menawarkan hadiah yang menarik bagi kakek Untung yaitu kakek tersebut akan di pasangkan gigi palsu jika berkenan, agar Kakek Untung bisa mengunyah makanan dengan baik sehingga proses pencernaan makanan dalam tubuhnya bisa jauh lebih baik lagi untuk kesehatannya.

“Bapak mau gak saya kasih hadiah gigi palsu? Agar bapak bisa mencerna makanan jadi lebih baik dan jadi lebih sehat,” tanya Prabowo. “Mau pak, terimakasih banyak,” jawab Kakek Untung.

Setelah itu, untuk menutup orasinya, Prabowo langsung mengajak ribuan relawan menyanyi bersama khusus untuk Kakek Untung. Lagu yang dinyanyikan bersama-sama itu berjudul ‘Burung Kakak Tua’ yang langsung membuat ribuan relawan tertawa dan bernyanyi bersama.

“Untuk menutup pidato saya mari kita semua bernyanyi bersama. Lagu apa yang mau dinyanyikan? Lagu Burung Kakak Tua ya,” tutup Prabowo. Semua orang tertawa.

Bagi yang sudah pernah atau sering melihat pidato-pidato Prabowo diatas panggung ataupun di ruang diskusi, pasti paham bagaimana lihainya Prabowo mengidupkan suasana. Banyolan cerdas sering keluar dari mulut Prabowo yang sering membuat orang tertawa lepas. Dan menghilangkan sekat antara Prabowo dengan rakyat.

Ada saatnya serius memaparkan data dan solusi, semangat berapi-api memompa motivasi dan ada saatnya candaan spontan segar nan cerdas yang mampu membuat orang tertawa. Prabowo menguasai masalah bangsa ini sehingga mampu memaparkan masalah yang ada secara sederhana dengan bahasa yang sederhana dan lugas serta memberikan solusinya.

Banyak orang mengatakan, Prabowo seperti Sukarno. Bersahaja dan dekat dengan rakyat tanpa sekat dan merakyat. Namun tetap saja media tutup mata dan hanya yang negatif saja yang diberitakan.

Dari sini kita bisa tahu betapa jahatnya media cukong, bertahun-tahun membunuh karakter Prabowo dan tiada henti menebar fitnah dan framing jahat hingga sekarang. Mungkin mereka lupa agama dan karma itu ada. Atau mungkin memang tidak punya? Ntahlah.

 

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *