Budaya Masyarakat Sukabumi

Budaya Masyarakat Sukabumi

9 views
0

Nilai budaya tanpa bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di sana yang bermanfaat untuk pengembangan kawasan wisata disana.

Budaya Masyarakat Sukabumi

Daerah sekitar Jampang dan daerah Palabuhanratu sudah dikenal dengan keragaman budaya dan nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan dan dapat menunjang program pemerintah dalam menjadikan Kawasan Ciletuh Geopark sebagai tujuan wisata unggulan di Sukabumi dan Jawa Barat.

Ciletuh berasal dari bahasa Sunda,yaitu “Ci” artyinya air dan “Leeteuk dan Kiruh” sungai berlumpur. Jadi Ciletuh bisa diartikan air berlumpur. Sungai Ciletuh hulu terletak di desa Ciletuh di Kecamatan Jampang Kulon. Saat ini, nama Ciletuh menjadi nama formasi batuan geologi di Sukabumi, Jawa Barat.

Daerah yang tampak masih berdiri leuit berada di desa desa Lamping Girimukti, makam Mbah Durak di desa Mekarjaya, dan kampung Cipondok di Desa Waluran. Sehingga, ketiga kawasan harus dilestarikan sebagai desa adat masyarakat leluhur Ciletuh.

Nilai keanekaragaman budaya juga dapat dilihat dari kerajinan masyarakat kawasan Ciletuh. Produk kerajinan telah dibuat dari anyaman bambu, antara lain kipas, keranjang, nampan, wayang golék, gerabah, seruling, dan batik pakidulan.

Kehidupan tradisi masyarakat masih lekat dengan cara bertani (tatanen) dan hajat laut. Dari keseniaannya berupa cerita rakyat, permaninan rakya, seni musik, dan tari tradisional.

Kesenian yang dipertujukkan dalam upacara hajat laut, festival Ciletuh atau upacara hari besar nasional, antara lain: Gondang, Buncis. Tidak ketinggalan penampilan Angklung Geblug, Reog, Calung, Gendang Penca, Degung, Badawang, Kuda Lumping, Wayang Golek, serta seni beladiri Pencak Silat.

Apalagi kalau semua kekayaan budaya tersebut menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di Kawasan Ciletuh.

 

About author