Profil: keuskupan Bogor

Profil: keuskupan Bogor

8 views
0

Keuskupan Katolik Roma Bogor adalah sebuah keuskupan yang terletak di kota Bogor di provinsi Ecclesiastical Jakarta di Indonesia. Katedral Bogor, secara resmi Katedral Santa Perawan Maria (Indonesia: Gereja Santa Perawan Maria), adalah bangunan gereja bersejarah di Keuskupan Katolik Roma Bogor di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Gereja tersebut didirikan sebagai Prefektur Apostolik Sukabumi dari Vikariat Apostolik Batavia, pada 9 Desember 1948. Keuskupan Bogor mencakup area seluas 18.369 kilometer persegi, terdiri dari tiga kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) dan tiga kotamadya (Bogor, Depok dan Sukabumi) dari provinsi Jawa Barat, dan tiga kabupaten (Serang, Lebak dan Pandeglang) dan dua kotamadya (Serang) dan Cilegon) dari provinsi Banten. Wilayah Jawa Barat dan Banten sebagian besar wilayah Muslim, tetapi keuskupan tidak menganggap dirinya sebagai kelompok minoritas. Sebaliknya itu mengacu pada dirinya sebagai Gereja Diaspora yang dipanggil untuk membangun dialog yang ramah dan untuk menghormati budaya lokal.

Dalam sejarhnya, gereja ini di bangun pertama kali di Buitenzorg, yang merupakan nama Belanda,  pada tahun 1894. Gereja tersebut dibangun untuk  melayani umat Protestan dan Katolik. Katedral dibangun 1905. Selama era Perang Dunia II, itu dinodai pada tahun 1945. Selanjutnya, gereja tersebut memekarkan wilayah ke kawasan Sukabumi. Pastur yang membawahi daerah Sukabumi, diangkat ke Keuskupan Bogor pada 3 Januari 1961. Uskup Fransiskan Nicolaus Johannes Cornelis Geise diangkat sebagai uskup pertama di Bogor. Misionaris Belanda, yang juga seorang antropolog, mengundurkan diri pada tanggal 1 Maret 1975. Ia digantikan oleh Uskup Ignatius Harsono, imam keuskupan Bogor pertama, yang ditahbiskan sebagai uskup pada 8 Mei 1975. Setelah pengunduran diri Uskup Harsono pada 17 Juli 1993, Uskup Agung Jesuit Leo Soekoto dari Jakarta mengelola keuskupan itu sampai penunjukan Uskup Angkur pada tahun 1994 menggantikan uskup agung Jakarta. Katedral Bogor disucikan kepada Bunda Terberkati.

Jika meneliti lebih dalam tentang  Keuskupan Bogor, gereja St.Andreas terbilang kecil dan sangat sederhana: hanya seluas 337 meter persegi. Tanpa adanya halaman belakang ruang pertemuan dan ruang terkait. Hanya ada ruang sekretariat kecil ukuran 1,7 x 2,6 meter persegi dengan akses dua buah komputer; berbagi tempat dengan seksi Komsos. Sementara ruang disebelahnya kira-kira seluas 30 X 4 meter. Gereja itu juga dilengkapi: ruang perpustakaan, rak buku, tempat menyimpan dokumen-dokumen, ruang makan, tempat praktek perawatan umum dan lain sebagainya.

About author