Garantung : Alat Musik Tradisional Batak Toba

Garantung : Alat Musik Tradisional Batak Toba

277 views
0

Garantung (dibaca garattung) adalah salah satu alat musik Batak Toba, Sumatera Utara yang merupakan pembawa melodi yang terbuat dari kayu dan memiliki lima bilah nada. Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Masing-masing wilahan mempunyai nada masing-masing, yaitu 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (so), 6 (la), dan 7 (si). Antara wilahan yang satu dengan wilahan yang lainnya dihubungkan dan digantungkan dengan tali. Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik untuk tangan kiri dan tangankanan. Sementara tangan kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah lagu.

Dilihat dari segi epistimologi, alat musik Garantung masuk ke dalam keluarga besar alat musik Gondang Hasapi. Sebagai alat musik yang memiliki irama , alat musik garantung menghasilkan irama yang sama dengan instrumen melodik lainnya seperti sulim, sarune etek, dan hasapi ende, dalam salah satu versi uning-uningan Batak Toba. Alat musik yang seperti ini dimasukkan dalam golongan alat musik heterofoni. Akan tetapi,  masing – masing alat dapat mengembangkan pola dasar garis melodi dengan variasi, dengan memiliki ornamen nada yang lebih bebas, berdasarkan ekspresi dan karakter, baik dari alat musik maupun pemainnya. Sebagai alat musik tunggal, grantung memiliki fungsi yang cukup beragam., Pada zaman dahulu, alat musik garantung sering dimainkan oleh seorang ibu hamil, agar kelak anaknya lahir dalam keadaan sehat.

Dalam penggunaannya, alat musik Grantung biasanya dimainkan dengan posisi duduk dan menggunakan dua buah stick pemukul, yang dinamakan palu-palu. Alat pukul palu-palu tersebut dipukulkan pada bilah-bilah, agar dapat menghasilkan nada-nada yang sesuai dengan nada yang dibutuhkan, namun pada perkembangannya ada juga yang dimainkan dengan posisi pemain berdiri dengan mengaitkan garantung di tubuh pemainnya, tepatnya di pundak pemainnya. Hal ini dapat disamakan dengan pemain marching band yang memangku drum dalam keadaan berdiri. Di dalam masyarakat Toba, terdapat seorang pembuat alat musik grantung yang cukup terkenal. Beliau bernama Bapak Junihar Sitohang, yang juga mahir memainkan alat-alat musik Batak lainnya. Grantung buatan Bapak Situmorang tersebut terdiri dari sebelas bilang, yang memiliki keistimewaannya terdapat dalam sistem penataan bilah, yang sudah disesuaikan dengan sistem diatonis musik berat, Hal ini menyebabkan alat musik ini dapat dikolaborasikan dengan alat musik berat, seperti piano.

About author